Dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia Nur Syam menyatakan, “Sesungguhnya acara ini merupakan momen untuk saling berterima kasih dan saling memohon maaf antara Pejabat-pejabat Kemenag yang ada dengan Pak Wamen”. Pelepasan dalam artian karena Pak Wamen tidak lagi aktif sehari-hari di Kemenag, imbuhnya.
“Saya juga mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan selama menjabat di Kemenag, dan berterima kasih atas segala dukungan dan kerjasama semua pihak”, ungkap Nasaruddin Umar saat diberikan kesempatan untuk bicara. Dia bercerita bagaimana perjalanan awalnya di Kemenag saat menjabat dan dilantik menjadi Dirjen Bimas Islam pada tanggal 23 Juni 2006, yang latar belakangnya diminta oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono saat ketemu di KBRI di Amerika.
Di depan hampir semua Pejabat Eselon 1 dan Eselon 2 Kemenag, Nasar juga mengingatkan agar para pejabat Kemenag saling mendukung dan tidak saling melemahkan. Semangat ini tersirat dalam Motto yang telah dirancang para pendiri Kemenag, “Ikhlas Beramal”. Dia berharap di bawah kepemimpinan Lukman hakim Saefuddin, Kemenag akan lebih baik ke depan. “Saya mengenal beliau sebagai orang yang kutu-buku dan arif seperti ayahnya yang juga Mantan Menteri Agama. Ini modal utama”, jelas Rektor Institut PTIQ ini.
Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin merasa bahwa acara ini hakikatnya bukan pelepasan. “Apa yang dilepaskan dari pak Nasar? Beliau sudah menjadi bagian dari kita. Kalau ada rumor bahwa tidak jarang Wamen bagaikan kerikil dalam sepatu bagi Menterinya, tapi buat saya, Pak Nasar sangat membantu”, ucapnya.
Ada yang perlu diingat dan diteladani dari Pak Nasar, menurut Menag. Pertama, tulisan-tulisan beliau yang produktif dan tersebar di berbagai media. Kedua, tentang nilai-nilai, terutama yang berkaitan dengan tugas dan fungsi kita di Kemenag.
Saat pertama kali dilantik menggantikan SDA, Lukman merasakan pegawai Kemenag “ngeblur” -- begitu beliau mengistilahkan -- tidak tampak apa yang harus dilakukannya di Kemenag. Ini sebuah kondisi di mana para pegawai Kemenag kehilangan nilai dalam bekerja. Nah, Pak Nasar telah berkontribusi luar biasa dalam proses kita untuk menggali nilai-nilai itu, tegas Menag secara serius di Operational Room Lantai II Kemenag Banteng. Ke depan akan disosialisasikan 5 (lima) Nilai yang harus dibangun Kemenag, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung jawab, dan Keteladanan, terang Lukman di akhir sambutan. (edijun/foto:bimasislam)
sumber: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/menag-lepas-wamen-pak-nasar-berkontribusi-kembangkan-nilai-nilai-di-kemenag
0 komentar:
Posting Komentar